Contoh museum pada masing-masing jenis museum berdasarkan kategori Koleksi,
Lingkup Wilayah, Penyelenggara dan Area Subyek disiplin Ilmu
1.
Berdasrkan
kategori koleksi terdiri dari :
·
Museum
Umum
Museum umum adalah museum yang menginformasikan sejarah umum yang
berkaitan dengan peradaban manusia. (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66
Tahun 2015 Tentang Museum, pasal 3 ayat 4)
Contoh :
“ Museum Aceh” Museum Aceh merupakan museum umum yang didirikan pada
tanggal 31 Juli 1915 dengan nama Atjeh Museum yang dipimpin oleh F.W
Stammeshaus. Peresmian dan pembukaan museum dilakukan oleh Gubernur Sipil dan
Militer Jenderal H.N.A Swart. Museum saat ini berada di bawah kepemilikan
Pemerintah Provinsi Aceh dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Aceh.
·
Museum
Khusus
Museum khusus adalah museum yang menginformasikan sejarah yang berkaitan
dengan peradaban manusia secara khusus. (Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum, pasal 3 ayat 4)
Contoh :
“Museum Ali Hasjmy” merupakan museum khusus yang diresmikan pada tanggal
19 Januari 1994 oleh Menteri Negara Urusan Pangan, Ibrahim Hasan. Museum merupakan
milik Yayasan Pendidikan Ali Hasjmy yang didirikan oleh Prof. Ali Hasjmy dua
tahun sebelum museum diresmikan. Beliau mewakafkan rumah tinggal beserta
seluruh koleksi buku dan benda pusaka yang dimiliki untuk museum. Koleksi buku
berupa manuskrip kuno, buku bertuliskan Arab Gundul, Arab Jawi berbahasa Aceh,
Belanda, dan Inggris, serta buku karangan Prof. Ali Hasjmy. Benda bersejarah
berupa rencong, tongkat, perisai dan pedang.
![]() |
2.
Berdasarkan
kategori penyelenggara terdiri dari :
·
Museum
Pemerintah
“Museum Kepresidenan Republik Indonesia” “Balai Kirti” merupakan museum khusus yang diresmikan
tanggal 18 Oktober 2014 pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Museum yang terletak di Kompleks Istana Bogor ini awalnya digagas
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pembangunannya dimulai pada 2012
hingga 2014. Penamaan Museum Balai Kirti berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa
Kuno. “Balai Kirti” memiliki arti sebagai “Ruang menyimpan kemahsyuran” yang
mengisyaratkan
bahwa di dalamnya terdapat barang-barang peninggalan bersejarah yanh
membawa pada kemahsyuran.
![]() |
·
Museum
Swasta
“Museum Swasta Pusaka Nias” merupakan museum umum yang dimiliki dan dikelola oleh
Yayasan Pusaka Nias. Sejak tahun 1972 salah seorang Misionaris Gereja Katolik bernama
Pastor Johannes M. Hämmerle, OFMCap. sudah memulai mengoleksi benda-benda
budaya, seni dan sejarah masyarakat Nias.
3.
Museum
Berdasarkan Kategori Lingkup Wilayah :
·
Museum
Nasional
“Museum Nasional Indonesia” merupakan museum umum yang didirikan pada 24 April 1778
dengan nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen oleh
Pemerintah Belanda dengan bentuk himpunan. Himpunan ini bertujuan untuk
memajukan ilmu pengetahuan. Museum ini resmi dibuka pada tahun 1868 dan dikenal
sebagai Gedung Gajah atau kadangkadang disebut Gedung Arca. Penyebutan museum
sebagai Gedung Gajah karena patung gajah perunggu di halaman depan yang
merupakan hadiah Raja Chulalongkorn pada tahun 1871.

·
Museum
Daerah
Museum Daerah Kabupaten Langkat merupakan museum umum yang mulai
dirintis pada tahun 2003 dengan memanfaatkan gedung bekas Kerajaan Sultan
Langkat yang didirikan 1905. Museum ini berisikan benda-benda khazanah
peninggalan sejarah dan juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di
Kabupaten Langkat. Museum ini berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten
Langkat dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Langkat.
![]() |
4.
Museum
Berdasarkan Subjek Disiplin Ilmu :
·
Museum
ilmu alam dan sejarah alam
“Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia” merupakan museum khusus yang merupakan pengembangan
dari Museum Etnobotani Indonesia (MEI). Museum Etnobotani Indonesia (MEI)
dibangun pada tahun 1982, yang kemudian dipugar pada Mei 2016 dan namanya
diubah menjadi Museum Sejarah Alam Indonesia. Museum berada di bawah
kepemilikan dan pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Museum ini
menggambarkan tentang keanekaragaman hayati Indonesia, sejarah alam Indonesia,
tipe ekosistem di Indonesia, serta bentuk pemanfaatannya.
![]() |
·
Museum
Sains Dan Teknologi
“Museum Listrik dan Energi
Baru (MLEB)” merupakan
museum khusus yang menjadi satu-satunya museum ilmu pengetahuan dan teknologi
(science museum) di Indonesia, yang memperagakan koleksi tentang
ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Berbagai koleksi peragaan
disajikan menggunakan teknologi modern yang interaktif sehingga pengunjung
dapat mempraktekkan sendiri peraganya seperti peragaan seri paralel, peragaan
menghasilkan arus listrik dari buah-buahan, pensil, koin, dan dari magnet.
·
Museum
Seni
“Museum Seni Rupa dan Keramik” merupakan museum khusus yang gedungnya dibangun pada
12 Januari 1870.Pada 10 Januari 1972, gedung dengan delapan tiang besar di
bagian depan itu dijadikan bangunan bersejarah serta cagar budaya yang
dilindungi. Kemudian, pada tahun 1973- 1976, gedung tersebut digunakan untuk
Kantor Walikota Jakarta Barat dan baru setelah itu diresmikan oleh Presiden
Republik Indonesia Ke-2, Soeharto sebagai Balai Seni Rupa Jakarta. Pada tahun
1990, bangunan itu akhirnya digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang
dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.
![]() |
·
Museum
Sejarah
“Museum Sejarah Jakarta” atau dikenal dengan nama Museum Fatahillah merupakan museum
umum yang pada mulanya digunakan sebagai Gedung Balai Kota (Stadhuis). Gedung
ini merupakan Gedung Balai Kota kedua yang dibangun pada masa Pemerintahan VOC
di Batavi. pada tahun 1968, gedung ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah DKI
Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai museum pada tahun 1974. Peresmian museum
dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin pada tanggal 30
Maret 1974. Jenis koleksi yang dipamerkan di dalam museum berupa etnografika,
arkeologi, historika, numismatika, filologika, keramologika, dan seni rupa.
![]() |
Sumber : Rusmiyati dkk, Katalog Museum
Indonesia Jilid I, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman
Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2018.






